Singkatnya: *Flex* menggabungkan *cut baseline* dengan *screen* untuk *screener* asli. Dalam rotasi yang dipilih, *passer* melakukan *down screen* tersebut. Baca pergerakan *cutter*, lalu celah berikutnya, dan sesuaikan dengan pertahanan daripada memaksakan pola.
Poin penting
- Lacak pembuat screen asli untuk mengenali bagaimana aksi baseline terhubung dengan perimeter.
- Dalam rotasi yang dipilih, pengoper menjadi pembuat screen bawah.
- Pergantian penjagaan mengundang pembacaan matchup; itu tidak menjamin operan ke post atau peluang mencetak angka.
Apa yang menghubungkan kedua screen?
*Flex* menghubungkan dua aksi: *baseline cut* dari *back screen*, lalu *screen* untuk pemain yang melakukan *screen* pertama itu. Serangan *flex* penuh dapat berulang dari satu sisi ke sisi lain. Untuk memahami koneksinya, perhatikan *screener* pertama setelah *cutter* lewat. WABC Coaching Manual Level 3 English
Lakukan satu rotasi
Gunakan rotasi terpilih ini dari Coachboard, daripada memperlakukannya sebagai satu-satunya *playbook flex*. Mulailah dengan dua pemain di *slot* di atas jalur, dua di *corner*, dan satu di *low block* kiri. Pemain *slot* kiri melakukan *pass* ke *slot* kanan. Pemain *corner* kiri melakukan *cut* melintasi jalur dari *screen* pemain *low block* kiri menuju *block* kanan. *Passer* kemudian bergerak turun untuk melakukan *screen* bagi *screener* asli itu, yang naik ke *slot* yang kosong. *Down-screener* bergerak ke *corner*. Flex Offense: Flex Cut, Down Screen & Continuity

Apa yang harus berubah saat pemain bertahan bereaksi?
Manual WABC memperlakukan *set play* sebagai kerangka kerja untuk bereaksi terhadap pemain bertahan. Terapkan ide itu di sini: *ballhandler* mengamati *baseline cut* sementara *passer* mempersiapkan aksi berikutnya. Isyarat *coaching* yang berguna adalah “lihat *cutter*, lalu temukan *screener*.” Pola ini memberikan pemain rencana bersama; itu tidak memerlukan *pass* ke jalur yang tertutup. isyarat *coaching*
*Switching* mengubah pertanyaan. Coachboard mengidentifikasi dua kemungkinan balasan: *screener flex* dapat melakukan *seal* terhadap pemain bertahan yang lebih kecil untuk *post feed*, atau pemain yang melakukan *down screen* dapat menyelinap ke arah ring. Ini adalah opsi *coaching*, bukan hasil otomatis. Periksa *matchup* dan *passing window* sebelum memilih salah satu. opsi *coaching*
Skenario hipotetis: Anda memegang bola di *slot* kanan. Pertahanan melakukan *switch* pada *screen baseline*, meninggalkan pemain bertahan yang lebih kecil pada *screener* asli. Haruskah Anda secara otomatis memberikan *passing post*?
Perhatikan posisi *screener* dan jalur *passing*. *Post feed* mungkin tersedia jika *screener* telah menciptakan *seal* yang efektif. Jika jalur padat, pertahankan bola dan cari celah berikutnya. *Switch* adalah informasi, bukan instruksi untuk memaksakan bola ke dalam.




