Versi singkat: Sebuah elevator screen menggunakan dua rekan tim sebagai pintu: seorang pemotong (cutter) melewati di antara mereka, lalu mereka menutup celah. Penutupan harus menghormati waktu dan jarak pemain bertahan untuk menghindari kontak; membiarkan pemotong lewat terlebih dahulu tidak membenarkan screen ilegal.
Poin penting
- Kenali tindakan berdasarkan urutannya: seorang pemain yang memotong bergerak di antara dua pemain yang melakukan screen, lalu celah tertutup.
- Pemain yang memotong dan membuka ruang tidak secara otomatis membuat penutupan itu sah.
- Saat mengajar atau menonton permainan, ikuti pemain bertahan melalui penutupan sama cermatnya dengan kamu mengikuti pemain yang memotong.
Seperti apa bentuk screen elevator?
Sebuah elevator screen, juga disebut gate screen, adalah aksi di mana seorang pemain memotong melalui celah di antara dua rekan tim. Setelah pemotong (cutter) lewat, rekan-rekan tim tersebut bergerak bersama untuk menutup celah di belakang mereka. Bayangkan kedua screener sebagai pintu lift dan pemotong (cutter) sebagai penumpang yang lewat sebelum pintu menutup. 17 Basketball Screens yang Harus Diketahui Semua Pemain dan Pelatih
Analogi pintu memiliki batasan: menutup celah tidak memberikan izin kepada para screener untuk melakukan kontak ilegal. Penjelasan Wasit (Referee) mengidentifikasi batasan utama: pemain bertahan harus memiliki waktu dan jarak untuk menghindari kontak dengan berhenti atau mengubah arah. Menutup terlalu cepat dapat menciptakan kontak ilegal. Pahami Elevator Screens - Referee.com
Ikuti pemotong melalui celah
Perhatikan urutannya: celah, pemotong (cutter), penutupan. Kedua screener mulai terpisah. Rekan tim mereka bergerak di antara mereka. Hanya setelah rekan tim itu melewati celah, para screener menyatukan pintu. Fitur utamanya adalah rute melalui tengah diikuti oleh celah yang menutup di belakangnya.
Untuk membayangkan tugas-tugasnya, bayangkan sebuah penguasaan bola hipotetis dengan seorang pengumpan di sayap dan seorang pemotong (cutter) mendekati dua rekan tim di dekat tengah lapangan. Pemotong (cutter) melewati celah dan menyajikan target di baliknya. Pengumpan mencari tangkapan sementara para screener mengkoordinasikan posisi mereka. Sebagai isyarat kepelatihan, ajarkan seluruh penguasaan bola: melewati pintu hanyalah bagian dari tugas; penerima masih perlu menemukan bola dan bersiap untuk keputusan berikutnya.
Kapan menutup pintu menjadi ilegal?
Pemotong (cutter) yang melewati celah, dengan sendirinya, bukanlah bukti bahwa para screener dapat menutupnya secara legal. Posisi pemain bertahan juga penting. Jika penutupan membuat pemain bertahan tidak memiliki waktu atau jarak untuk menghindari kontak, Wasit (Referee) menggambarkan screen tersebut sebagai ilegal. Penyelesaian yang terlihat rapi dengan kedua screener bersama-sama tidak menghapus apa yang terjadi saat mereka bergerak.
Untuk kepelatihan, hindari menjadikan “tutup pintu lebih cepat” sebagai satu-satunya koreksi. Minta para pemain untuk menjelaskan di mana pemotong (cutter) dan pemain bertahan berada saat celah mulai menutup. Jika aksi menjadi ramai, atur ulang dan tinjau penempatan posisi (spacing) daripada menganggap kontak sebagai bukti screen yang berhasil.
Seorang pemain yang memotong membuka celah, tetapi pemain bertahan yang membuntuti segera berada di belakang. Pemain yang melakukan screen menutup jalur pemain bertahan dan menyebabkan kontak yang tidak dapat dihindari. Apakah pemain yang memotong yang berhasil melewati lebih dulu membuat screen itu sah?
Tidak. Pemain yang memotong yang berhasil melewati menetapkan urutan tindakan, tetapi itu tidak menetapkan keabsahan. Pemain bertahan harus tetap memiliki waktu dan jarak untuk menghindari kontak; menutup terlalu cepat dapat menciptakan pelanggaran screen ofensif.




